Sabtu, 12 Januari 2013

Inflasi China Seret Harga Emas

JAKARTA, KOMPAS.com - Inflasi China di bulan Desember yang mencapai 2,5 persen, lebih besar dari proyeksi 2,3 persen memicu penurunan harga emas. Harga emas Februari, pada akhir perdagangan di Comex, Sabtu (12/1/2013) turun 1 persen menjadi 1.660,6 dollar AS per ounce .

Penurunan ini terbesar sejak 4 Januari. Namun secara keseluruhan, selama sepekan terakhir harga emas masih naik 0,7 persen. Peningkatan harga dalam sepekan terakhir terjadi setelah 6 minggu berturut-turut turun.  

Harga emas resistant pertama di 1.678,89 dollar AS dan berikut di 1.684 dollar AS, sedangkan support pertama di 1.660 dollar AS dan berikut di 1.650 dollar AS per ounce. 

Inflasi China di bulan Desember tercatat lebih tinggi dibandingkan November 2012, yang berada di level 2 persen . Dengan tingginya inflasi, pembelian akan emas berkurang, karena mahal. Ketidak pastian dari pasar membuat investor tidak mau menahan emasnya pada akhir minggu sehingga aksi penjualan berlangsung. 

Analisa
Dengan tingginya inflasi, pembelian akan emas akan berkurang karena harganya yang mahal. Ketidakpastian dari pasar pun akan membuat investor tidak mau menahan emasnya pada akhir minggu sehingga mereka akan melakukan aksi penjualan terhadap emas yang dimilikinya.

Source



 

0 komentar:

Posting Komentar