Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Buku ini memotret biografi seorang CT yang merupakan pengusaha dengan jejak rekam memulai dari bawah.

Windows 8

Whatever kind of PC you have, you'll discover fast and fluid ways to switch between apps, move things around, and go smoothly from one place to another.

Iphone 5

Apple has given the iPhone 5 a taller screen and a sumptuous redesign, though it's no longer the only phone to consider.

Habibie dan Ainun

Penulisan buku ini merupakan kisah perjalanan Habibie dengan Ainun semenjak masih muda dan sampai akhirnya Ainun wafat di Jerman.

Asus Transformer Prime

Transformes between Tablet and Notebook, we give you more with the Eee Pad Transformer Prime Mobile Dock

Jumat, 11 Januari 2013

Indonesia Diadukan ke WTO

WASHINGTON, KOMPAS.com- Amerika Serikat secara resmi telah mendaftarkan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait pengaturan impor hortikultura dan daging sapi yang diterapkan Indonesia.

Sistem lisensi impor yang kompleks berdampak pada ekspor agrikultur Amerika secara keseluruhan.  

Pemerintah Indonesia dinilai telah memberlakukan persyaratan lisensi ketat untuk impor produk-produk berbasis tanaman. Selain itu, impor sapi dan produk hewan lainnya juga dikenakan kuota dalam jumlah yang menurut AS telah berkurang dengan drastis. 

Amerika Serikat mengatakan, langkah-langkah itu dirancang untuk melindungi industri domestik Indonesia dan merupakan pelanggaran peraturan WTO. Otoritas dagang AS menambahkan, peraturan itu melukai ekspor AS ke Indonesia. 

"Sistem lisensi impor yang kompleks berdampak pada ekspor agrikultur Amerika secara keseluruhan," kata Perwakilan Dagang AS Ron K irksaid dalam sebuah pernyataan, seperti dikutif BBC, Jumat (11/1). "Hal ini menjadi halangan serius bagi ekspor agrikultural AS untuk masuk ke Indonesia, mengurangi akses konsumen Indonesia pada produk-produk berkualitas tinggi AS." 

AS mengatakan telah meminta konsultasi dengan Indonesia menggunakan fasilitas penyelesaian masalah WTO 

Analisa
Jika itu merugikan Indonesia dan hanya akan mengintervensi kebijakan ekonomi Indonesia, seharusnya Indonesia bisa keluar dari WTO. Kita harus mengutamakan industri domestik dalam negeri yang akan menyejahterakan rakyat ketimbang impor dari luar.

Source :


Ini Sebab Harga BBM Belum Dinaikkan

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah hingga saat ini belum berniat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meski anggaran untuk subsidi energi, baik BBM maupun listrik, sudah melonjak di atas Rp 200 triliun. Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat, ada beberapa sebab yang membuat pemerintah ragu menaikkan harga BBM.

"Selain masalah politik, pemerintah ragu menaikkan harga BBM karena indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah masih rendah. Jika dinaikkan, ini akan berbahaya," kata Purbaya dalam acara Danareksa Outlook 2013: Its Time For Indonesia di Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, Kamis (10/1/2013). 

 Menurut Purbaya, sebenarnya indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah saat ini memang sudah membaik, tetapi masih berada pada level yang rendah. Berdasarkan penelitiannya, angka 90 adalah nilai aman indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pada November 2012, indeks kepercayaan masih 82-83. 

"Sebenarnya sudah cukup baik, tapi itu masih belum cukup aman untuk bisa menaikkan harga BBM," ujarnya. 

Dalam catatannya, indeks kepercayaan konsumen pernah berada di atas 130 persen pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Di masa pemerintahan SBY-JK, indeks kepercayaan masyarakat berada di level 112,1; 92,9; dan 102. Saat itu, pemerintah menaikkan harga BBM tiga kali, yaitu dua kali pada 2005 dan satu kali pada 2007. 

Analisa
Lebih baik cari bahan bakar alternatif lain daripada harus terus menerus mensubsidi BBM yang akan menggerogoti APBN.

Source :


 

5 Pilar Kebijakan BI di 2013

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) di tahun ular ini mengeluarkan lima pilar kebijakan dengan mengelola permintaan domestik. Ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan eksternal.

"Dengan adanya lima pilar kebijakan tersebut dan komunikasi secara baik permasalahan yang kita hadapi pasti akan terkoordinasi," kata Direktur Group Kebijakan Moneter BI Juda Agung, saat bincang bareng media, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (11/1/2013).  

Lima pilar kebijakan tersebut yakni pertama, suku bunga yang akan dijaga konsisten dengan target inflasi. Dijelaskannya, BI selalu menggunakan suku bunga ini untuk melihat perkembangan proyeksi inflasi ke depannya apakah masih sesuai dengan target. 

Pilar kedua adalah nilai tukar, yakni dengan menjaga stabilitas nilai tukar agar konsisten dengan nilai fundamental perekonomian dengan tujuan BI tetap berada di pasar. 

"Pilar ketiga kebijakan makroprudensial, untuk menjaga kestabilitasan keuangan dan mendukung terjaganya keseimbangan internal maupun eksternalnya yang biasanya di-mix dengan kebijakan moneter agar tidak tergantung pada suku bunga saja," paparnya. 

Dia menambahkan, untuk pilar komunikasi nantinya akan dijelaskan bagaimana mengelola ekspektasi inflasi yang merupakan satu bagian dari sebuah kebijakan moneter. 

Sedangkan pilar terakhir adalah kebijakan koordinasi. Kebijakan ini untuk mendukung pengelolaan makro khususnya dalam memperkuat struktur perekonomian dan sumber pembiayaan ekonomi, penguatan respons sisi penawaran, serta pemantauan risiko makro dan manajemen krisis. 


Analisa
Sangat baik BI mengeluarkan 5 pilar kebijakan yang disebutkan diatas, dengan adanya 5 pilar tersebut diharapkan dapat mengatasi dan mengkoordinasi permasalahan ekonomi yang ada di negara ini.
Source :


 

Wah, Komponen Impor Mobil Listrik Bebas Pajak

JAKARTA - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, untuk komponen mobil listrik nasional yang diimpor dari negara luar akan dibebaskan dari bea masuk dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

"Komponennya 50 persen impor, kita nol kan. Tapi bukan tax holiday," ujar Hidayat, usai Diskusi Panel dengan tema "Perekonomian Indonesia 2013" dan Subtema "Perekonomian Global dan Pasar Domestik ASEAN", di Jakarta, Jumat (11/1/2013).  

Menurutnya, mobil listrik nasional merupakan satu paket dari program mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC). Terkait rencana membebaskan dari bea masuk dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) hal tersebut telah disampaikan ke Sekretaris Negara. 

"Kita nol kan dan ini sudah masuk ke Sekneg," ujarnya singkat. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah yang sering menggembar-gemborkan program pengembangan mobil listrik yang ditargetkan pada 2014 mobil listrik nasional baik bus maupun city car diproduksi sampai 10 ribu unit. 

Pengembangan mobil listrik nasional ini, berdasarkan rancangan mobil listrik dari Dasep Ahmadi dengan mobil yang sudah pernah diciptakannya beberapa waktu lalu bernama Ahmadi. 

Analisa
Dilihat dari kebijakan pemerintah yang akan membebaskan pajak bea masuk dan PPnBM komponen mobil listrik, berarti pemerintah sangat mendukung pengembangan mobil listrik nasional sehingga kita bisa mandiri dalam hal produksi mobil dan tidak terus menerus menjadi konsumen bagi produk mobil negara lain.

Source :


 

BI: Pertumbuhan Ekonomi Domestik Semakin Baik

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi domestik di 2013 diperkirakan dapat mencapai kisaran 6,3-6,8 persen year to year (yoy) dengan didukung sejumlah faktor yaitu domestik masih kuat dan global masih tergolong baik.

"Tahun ini adalah tahun pemilu, apabila dilihat dari sejarah tahun-tahun sebelumnya, pada 2004 dan 2009, pemilu biasanya memberi tambahan terhadap konsumsi swasta sehingga total juga akan lebih tinggi sedikit, domestik juga akan lebih baik," kata Direktur Group Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung, saat bincang bareng media, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (11/1/2013).  

Sedangkan perekonomian domestik apabila dilihat dari sumbernya seperti konsumsi rumah tangga, masih cukup tinggi di kisaran 5,8-6,3 persen. Menurutnya, investasi juga baik, di mana ekspor sudah mulai membaik. 

Dia melanjutkan, dengan investasi yang meningkat, impor pun juga ikut meningkat. Adapun pada 2014 mendatang diperkirakan akan lebih baik lagi dari 2013. 

"Sementara kalau dilihat dari sisi sektoral, sisi produksinya, sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel dan transportasi masih menjadi faktor pendorong dari pertumbuhan ekonomi," ujar Juda. 

Selain itu, tambahnya, perekonomian domestik akan lebih baik jika pendorong dari pertumbuhan ekonomi yang positif tetap berjalan dan meningkat setiap tahunnya. 

Analisa
Tahun ini pertumbuhan ekonomi domestik indonesia semakin baik didukung faktor domestik yang masih kuat serta global masih tergolong baik, selain itu pertumbuhan domestik akan lebih baik lagi jika pendorong dari pertumbuhan ekonomi yang positif tetap berjalan dan meningkat setiap tahunnya.

Source :