Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Buku ini memotret biografi seorang CT yang merupakan pengusaha dengan jejak rekam memulai dari bawah.

Windows 8

Whatever kind of PC you have, you'll discover fast and fluid ways to switch between apps, move things around, and go smoothly from one place to another.

Iphone 5

Apple has given the iPhone 5 a taller screen and a sumptuous redesign, though it's no longer the only phone to consider.

Habibie dan Ainun

Penulisan buku ini merupakan kisah perjalanan Habibie dengan Ainun semenjak masih muda dan sampai akhirnya Ainun wafat di Jerman.

Asus Transformer Prime

Transformes between Tablet and Notebook, we give you more with the Eee Pad Transformer Prime Mobile Dock

Minggu, 12 Desember 2010

Impian Dan Harapan

Kedua hal tersebut di atas adalah sumber semangat yang amat sangat tidak terbatas. Bila pada suatu saat kita merasa kehilangan semangat, hendaklah kita kembali ke awal dan mengingat lagi harapan serta impian kita.

Bila kita pikirkan, di dalam hidup ini kita selalu mengharapkan sesuatu; dengan berharap menjadi orang yang pintar maka kita bersekolah, dengan mengharapkan mendapatkan cinta dari si X maka kita selalu berbuat yang menarik perhatiannya, dsb.

Sebagai manusia, kita di berikan juga akal pikiran yang akal pikiran tersebut sering kali kita salah gunakan. Namun kita juga harus sadar bahwa dengan akal pikiran tersebut kita dapat membuat impian dan harapan kita menjadi kenyataan.

Namun kita juga harus menyadari bahwa kita adalah seorang manusia yang mempunyai keterbatasan dan ketergantungan. Jadi walaupun terkadang impian dan harapan kita tidaklah terwujud menjadi kenyataan, kita harus puas dengan hasil yang kita dapatkan dari “usaha secara maksimal”.

Kita harus sadar bahwa di suatu tempat di sana ada suatu Zat yang maha berkehendak dan kita tak boleh berputus asa kepadaNya. Sebagai seorang manusia berakal beserta segala keterbatasan dan ketergantungannya, yang dapat kita lakukan adalah berharap, dan memperjuangkan harapan kita agar menjadi kenyataan.

Tanpa harapan dan impian kita adalah makhluk tanpa tujuan, dan jika kita tidak mempunyai tujuan, maka kita bisa disamakan dengan benda mati, karena “seekor binatang pun mempunyai tujuan di dalam hidupnya”.

Dunia tidaklah akan seindah seperti sekarang ini bila tidak ada seorang pemimpi. Namun Pemimpi akan tetap menjadi pemimpi jika dia tidak memperjuangkan impiannya menjadi sebuah kenyataan. Hal itu lah yang membedakan antara seorang pemimpi dan seorang penemu.

Jadi, mulai sekarang, marilah kita mengingat kembali impian dan harapan kita, dan memperjuangkannya menjadi sebuah kenyataan. Dan ada satu hal lagi yang kita tidak boleh lupakan dari awal hingga akhir usaha kita dalam mewujudkan impian kita, yaitu tetap berdoa kepada Zat yang maha berkuasa atas segala sesuatu.

source
http://elqorni.wordpress.com/2010/07/01/impian-dan-harapan-2/

Mengapa Banyak Orang Gagal

1. Tidak ada tujuan / goal yang tepat, tidak tahu apa yang diinginkan dalam hidup

2. Tidak pernah mencatat tujuan : hanya di kepala, tidak dikertas atau Goal Visualization atau sarana apapun.

3. Tidak ingin bertanggung jawab atas tindakannya, selalu mencari alasan atau excuse atas kegagalannya.

4. Tidak ada tindakan yang efektif : Banyak rencana, tidak ada tindakan alias No Action Talk Only (NATO).

5. Membatasi diri : menganggap tak berhak sukses karena, terlalu tua, tak punya modal, bawaan keluarga, tempat tak memungkinkan.

6. Malas : tidak mau kerja keras, selalu berusaha menggunakan cara paling mudah, cepat dan hemat waktu, tapi ingin mendapatkan uang paling banyak.

7. Berteman dengan teman-teman yang salah, hidup di lingkungan orang-orang yang gagal.

8. Tidak bisa mengatur waktu alias salah prioritas.

9. Salah memakai strategi atau cara bertindak, tidak mempunyai strategi yang paling baik. Berusaha keras, hasil nol.

10. Kurang pengembangan diri: jarang membaca, mendengar kaset, seminar, mengumpulkan informasi baru dan lain-lain.

11. Tidak ada kesungguhan atau komitmen untuk sukses: mudah putus asa atau menyerah pada waktu menghadapi rintangan.

12. Kurang menggunakan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar.

13. Kurangnya hubungan antar manusia yang baik.

14. Sombong dan menganggap diri sendiri paling hebat dan berhenti belajar.

Sumber : http://www.kisahinspiratif.com

5 Fakta Tentang Sukses

1. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN USIA ANDA !

o Nelson Mandela, jadi presiden usia 76 tahun
o Steve Jobbs, jutawan usia 21 tahun
o Kolonel Sanders (KFC), mulai bisnis umur 65 tahun
o Winston Churchill, banyak gagal dan hambatan, baru jadi PM Inggris usia 52 tahun.
o Bill Gates, terkaya di dunia usia 41 tahun

2. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SUKU, AGAMA,BANGSA,
WARNA KULIT DAN KETURUNAN.

o Obama : Presiden Amerika Serikat saat ini
o Jenderal Colin Powell, Martin Luther King : kulit hitam
o Confusius: anak yatim di Cina
o Charles Dickens : penulis cerita kanak-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.

3. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN (CACAT) FISIK.

o Hellen Keller: tuna netra, tuna rungu, penulis dan pendidik terkenal dunia.
o Shakespeare: cacat kaki, penulis novel.
o F.D. Roosevelt: terkena polio, presiden 32 AS.
o Beethoven: tuna rungu, komposer musik.
o Napoleon Bonaparte : sangat pendek, wajah tidak menarik, pemimpin pasukan penakluk Eropa.
o Anthony Robbins: Lulusan SMA, kegemukan, merubah persepsi tentang penampilan dan cara diet, menjadi langsing, motivator terkenal dunia.

4. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN

o Thomas Alfa Edison : pendidikan SD, 2000 paten.
o Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, orang terkaya di Hongkong.
o Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah
o The Wright Brother : orang biasa dan tidak berpendidikan tinggi, menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.
o Bill Gates, orang terkaya didunia memulai bisnis setelah lulus SMA.
o Lawrence Ellison : drop out universitas, pendiri Oracle Corp, orang terkaya kedua didunia.

5. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA

o Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.
o Walt Disney : usia 20 tahun pemuda miskin dan tidak terkenal, usia 30 tahun jadi usahawan terkenal.
o Abrahan Lincoln lahir dari keluarga miskin
o Napolean Hill dilahirkan di keluarga miskin, ibunya meninggal saat dia kecil, jadi guru motivasi terkenal dunia, bukunya Think and Grow Rich : menjadi acuan pertama bagi para motivator dunia.
o Bill Clinton : ayahnya meninggal ketika masih kecil, adiknya terlibat obat terlarang.

source
http://elqorni.wordpress.com/2010/08/13/5-fakta-tentang-sukses/

11 Hal Penyebab Kegagalan

1. Arogansi : merasa diri paling benar dan yang lain salah

2. Melograma : selalu ingin menjadi pusat perhatian

3. Volatility : sulit ditebak, bersikap sesuai mood-nya

4. Excessive Caution : takut mengambil keputusan

5. Habitual Distrust : sikap yang selalu curiga kepada orang lain

6. Aloofness : sulit dihubungi dan berkomunikasi dengan orang lain

7. Mischievousness : peraturan dibuat untuk dilanggar

8. Eccentricity : selalu ingin berbeda, sehingga terkadang dianggap aneh oleh orang lain

9. Passive Resistance : tidak yakin dengan apa yang dia katakan

10.Perfectionism : kebanyakan dianggap salah, hanya sedikit yang benar

11.Eagerness to please : mengejar popularitas dalam setiap situasi


source
http://elqorni.wordpress.com/2010/08/13/11-hal-penyebab-kegagalan/

10 Kesalahan Berkas Lamaran Kerja

"Tidak Menyertakan Surat Pengantar Lamaran"

surat lamaran pekerjaan(bukan curriculum vitae) bernilai penting pada saat pemrosesan pembacaan surat lamaran pekerjaan. banyak perusahaan yang langsung membuang berkas lamaran pekerjaan yang tak menyertakan surat pengantar tersebut. pastikan anda menuliskan ringkasan riwayat diri anda dengan tepat pada cover letter. jelaskan mengenai kualifikasi anda, jarak antara waktu kerja yag cukup jauh, serta informasi lain yang sekiranya dibutuhkan oleh perusahaan yang anda tuju.

"Berpikir Bahwa Salah Ketik Itu Wajar"

dalam survei yang dilakukan kepada para human resources department(HRD), kesalahan yang tersering mereka lihat dalam resume adalah kesalahan pengetikan atau sering disebut "typo". jangan segan untuk meminta orang lain membaca kembali berkas lamaran pekerjaan anda untuk memastikan tidak ada kesalahan, apalagi jika anda mengirim lamaran dalam bahasa inggris atau bahasa lain yang sebenarnya belum anda kuasai.

"Terlalu Genetik"

ada banyak contoh penulisan surat lamaran pekerjaan yang bisa anda contoh. akan tetapi, saking umumnya, kadang para pembaca surat lamaran pekerjaan itu jadi hafal polanya. nah, pastikan anda menuliskan lamaran pekerjaan tepat guna dengan posisi yang anda tuju. buat surat lamaran pekerjaan anda cukup personel dan tidak terlihat seperti anda setengah hati melamarnya. apalagi ternyata terselip nama perusahaan lain yang pernah anda coba kirim lamaran. uh, sudah pasti berkas anda langsung disingkirkan.

"Memfokuskan Pada Tugas, Bukan Hasil Akhir"

ketimbang menuliskan daftar penugasan yang pernah anda kerjakan, lebih baik anda tuliskan apa saja hasil yang pernah anda dapatkan dan bagaimana hal tersebut membantu perusahaan. contoh, jika anda pernah berhasil berkontribusi pada pendapatan perusahaan saat mencapai penghasilan tertinggi dalam sejarah dengan program yang anda buat, maka tempat anda melamar akan sangat tertarik pada anda.

"Obyektif Egois"

para pencari pekerja akan mencoba melihat apakah anda adalah kandidat yang tepat untuk posisi di lembaga mereka, jadi, apapun yang ada dalam resume anda seharusnya merujuk kepada pengalaman dan keberhasilan anda. ringkasan kualifikasi yang menceritakan mengenai keberhasilan anda akan lebih efektif ketimbang pernyataan tujuan anda yang generik.

"Format Resume Yang Berbunga-bunga"

tentu, penggunaan kertas berwarna pink dan penggunaan huruf yang besar-kecil dengan warna yang berbeda-beda akan membuat berkas lamaran anda terlihat berbeda dan menonjol, tetapi bukan dalam artian yang bagus. biasakan untuk menuliskan resume menggunakan kertas dan font yang standar saja. gunakan tipe font arial atau times new roman berwarna hitam di atas kertas putih.

"Salah Cantum Gelar Dan Tanggal"

salah satu kesalahan yang sering tertangkat adalah kesalahan pada pencamtuman gelar. ada yang saking bersemangatnya, gelar tersebut sudah dicantumkan pada saat ia mengirimkan lamaran, padahal wisuda atau kelulusannya baru akan diadakan bulan depan. memaksakan hal tersebut bisa membuat anda terlihat seperti 'berbohong'.

"Alasan Pergi Dari Kantor Lama"

jangan mencantumkan sesuatu yang bernada negatif dalam resume anda (juga saat wawancara). jika anda meninggalkan posisi lama karena pengurangan tenaga kerja atau karena dipecat, sebaiknya ungkapkan hal tersebut hanya jika ditanya.

"Mencantmkan Terlalu Banyak Informasi Personal"

jika tak ada hubungannya dengan karir anda, tak usah cantumkan kegiatan pribadi anda. begitu pun dengan tinggi atau berat badan (kecuali memang diminta), afiliasi dalam bidang agama, orientasi seksual, atau apapun yang bisa berbalik menghakimi anda.

"Terlalu Panjang"

jika pekerjaan di masa lalu yang tak lagi relevan dengan sebaiknya tak usah dicantumkan. panjang halaman resume disarankan tak lebih dari 2 halaman. jadi, pastikan anda mencantumkan hal-hal yang relevan saja. para manajer HRD, dalam survei yang dilangsungkan oleh careerbuilder, 21% responden mengatakan resume yang lebih panjang dari 2 halaman terlalu panjang, membosankan, dan banyak salahnya.

Source

http://female.kompas.com/read/xml/2010/11/29/12272113/10.Kesalahan.Berkas.Lamaran.Pekerjaan

Perbedaan Bos dan Pemimpin

I. Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya
Seorang PEMIMPIN membangun kepercayaan

II. Seorang BOS mengatakan “saya”
Seorang PEMIMPIN mengatakan “kita”

III. Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan
Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempa

IV. Seorang BOS mengandalkan kekuasaan
Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama

V. Seorang BOS menyetir
Seorang PEMIMPIN memimpin

VI. Seorang BOS menyalahkan
Seorang PEMIMPIN menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan

VII. Seorang BOS menguasai 10% tenaga kerja bermasalah
Seorang PEMIMPIN menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif

VIII. Seorang BOS menyebabkan dendam bertumbuh
Seorang PEMIMPIN memupuk antusiasme yang bertumbuh

IX. Seorang BOS menyebabkan pekerjaan menjemukan
Seorang PEMIMPIN menyebabkan pekerjaan menyenangkan/menarik

X. Seorang BOS melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan
Seorang PEMIMPIN melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu, dan berubah menjadi pertumbuhan

INGAT. SEORANG BOS BERKATA, “PERGI!”
SEORANG PEMIMPIN BERKATA, “AYO PERGI”

source
http://elqorni.wordpress.com/2010/08/13/10-perbedaan-boss-dan-pemimpin/

Jumat, 26 November 2010

Proses Pembuatan Tahu

B A B I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tahu merupakan salah satu bahan makanan pokok di negeri ini, yang termasuk dalam makanan 4 (empat) sehat 5 (lima) sempurna. Tahu juga merupakan makanan yang mengandung sangat banyak gizi dan cukup mudah untuk diproduksi. Untuk memproduksi tahu bahan-bahan yang dibutuhkan hanya berupa kacang kedelai. Tidak heran jika saat ini kita dapat menemukan banyak sekali pabrik pembuatan tahu, baik dalam bentuk usaha kecil dan usaha menengah yang masih menggunakan cara konvensional ataupun usaha-usaha yang sudah cukup sukses dengan cara pembuatan yang lebih modern. Berdasarkan hal-hal diatas maka kami tertarik untuk menjadikan Pabrik Pembuatan Tahu sebagai bahan makalah proses produksi kami.
Lokasi Pabrik pembuatan tahu yang kami pilih terletak di jalan Kemuning, Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur. Pabrik ini merupakan pabrik pembuatan tahu yang masuk dalam kategori usaha kecil dan menegah (UKM). Cara pembuatan tahu-pun masih dengan cara konvensional sehingga peran individu atau dalam hal ini para pekerja sangatlah besar didalam proses pembuatannya.
Pabrik yang berdiri sejak tahun 1983 ini didirikan oleh Bapak H. Lani. Pabrik pembuatannyapun dibangun dalam kompleks rumahnya sendiri, dan masih bertahan sampai hari ini. Proses pembuatan tahu ini berlangsung di sebuah ruang berukuran 10 m x 7 m. Dan didalam ruang ini proses produksi tahu berlangsung secara konstan. Didalamnya terdapat 7 pekerja dengan pembagian tugas masing-masing. Ada yang bertugas menggiling, menguapi, dan menyaring (2 orang). Ada yang bertugas untuk mencetak (2 orang). Ada yang bertugas untuk mengaturnya dalam kaleng-kaleng besar sebelum akhirnya direbus (2 orang). Dan ada pula yang bertugas untuk menggoreng tahu-tahu yang sudah jadi (1 orang).
Di dalam ruangan tersebut peralatan yang digunakan dapat dibilang sederhana dan masih sangat tradisional. Saat pertama memasuki pintu ruangan kita akan melihat sebuah mesin uap konvensional yang terbuat dari 2 buah drum yang berfungsi sebagai penangkap uap. Uap atau panas yang dikumpulkan oleh drumpun berasal dari kayu yang dibakar bukan mesin uap. Jadi awalnya kayu akan dibakar di dekat drum tersebut. Lalu uap panasnya akan terkumpul dalam drum sebelum akhirnya akan disalurkan melalui pipa-pipa besi ke bak-bak penampungan. Teknik ini merupakan pengganti teknik perebusan sari kedelai, jadi pabrik ini tidak merebus sari kedelai mereka melainkan meggunakan teknik penguapan.
Selain itu di dalam ruangan juga terdapat 1 mesin penggiling. Jumlah mesin penggiling yang hanya satu-satunya inilah yang menurut kami menjaga kontinuitas dari proses produksi tahu. Selain itu juga terdapat 4 bak dari batu yang digunakan sebagai wadah untuk menguapi sari kedelai dan juga sebagai tempat penampungan air. Lalu ada 4 bak plastik yang digunakan untuk mengendapkan tahu. Ada 25 cetakan dari kayu untuk mencetak tahu. Ada banyak sekali kaleng-kaleng besar yang nantinya akan digunakan sebagai wadah saat tahu dirabus. Dan sebuah penggorengan besar yang menggunakan kayu bakar untuk menggoreng tahu. Serta rak-rak dari kayu untuk menampung tahu-tahu yang sudah tercetak.
Dengan semua peralatan sederhana diatas pabrik ini berdiri dan menghidupi para karyawannya sejak tahun 1983 hingga saat ini. Tahu yang diproduksi di pabrik Pak H. Lani ini merupakan suatu produk yang dikenal dengan nama Tahu Jambi. Sekilas kita pasti bingung mendengar nama tahu Jambi. Sebenarnya tahu ini adalah Tahu Sumedang biasa. Tapi karena pak Haji ingin sesuatu yang berbeda dari nama tahu produksinya maka tahu inipun diberi nama Tahu Jambi. Sesuai dengan nama kampug halaman pak Haji.
Pabrik ini dibangun oleh pak haji sendiri jauh sebelum ia berkeluarga. Dan merupakan suatu usaha yang dirintis sejak ia masih muda. Saat ini pendapatan bersih yang dikumpulkan perhari dapat mencapai lebih dari Rp. 2.000.000,-. Jadi dapat dikatakan bahwa pembuatan tahu ini merupakan bisnis yang menjanjikan.
Dalam sehari pak Haji membutuhkan 3 kuintal kacang kedelai untuk memenuhi kuota produksi mereka. Kacang kedelai ini didapat dari para pemasok yang memang sudah menjadi kepercayaan pak Haji karena menurutnya, para pemasok ini memberikan kacang kedelai dengan kualitas yang cukup bagus dengan harga yang pantas-tidak dimahalkan.
Selanjutnya tentu kacang kedelai tersebut akan diproses oleh para pekerjanya menjadi tahu. Dari 3 kuintal kg kacang kedelai yang ada, nantinya akan diubah menjadi ± 210 cetak tahu. Masing-masing cetakan tahu tersebut biasanya dijual dengan harga Rp. 20.000,- hingga Rp. 24.000,-.
Secara kasar dapat dihitung pendapatan pak Haji adalah Rp. 4.830.000 ,- dengan omzet inilah bisnis tahu ini dibangun dan terus dipertahankan. Namun tentu saja tidak semua tahu akan laku di pasar. Pasar terbesar dari produk tahu Jambi ini menurut pak Haji adalah para penjaja gorengan. Masing-masing dari mereka biasanya memesan hingga 7 papan (cetakan) tahu setiap hari.
Begitulah pabrik tahu milik Pak H. Lani terus berdiri hingga saat ini. Dengan modal yang tidak terlalu besar dia bisa memperoleh omzet yang lebih dari cukup untuk menggaji para karyawan, modal usaha, dan menghidupi keluarganya sendiri tentunya.
Maka dapat disimpulkan bahwa produksi tahu ini merupakan suatu bisnins yang menjanjikan. Menyerap tenaga kerja. Dan jarang sekali mengalami kerugian karena besarnya pasar yang ada di Indonesia.

B. RUMUSAN MASALAH

Untuk menjaga keseimbangan konsep yang akan kami bahas selanjutnya maka kami menyertakan rumusan masalah yang terkait dengan isi dari makalah kami ini, yaitu tentang “Bagaimanakah proses pembuatan tahu secara konvensional?”

C. TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan makalah ini secara umum adalah untuk memberitahukan kepada para pembaca tentang proses pembuatan tahu secara konvensional dan beberapa informasi penting lainnya seperti omzet yang didapat.
Sedangkan tujuan khusus dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Pengantar Bisnis yang diberikan.




D. SASARAN PENULISAN

Makalah ini dibuat dengan sasaran penulisan awal civitas akademika Universitas Gunadarma. Namun tidak menutup kemungkinan bagi orang-orang diluar Universitas Gunadarma untuk ikut membacanya.

E. MANFAAT PENULISAN

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah:
1. Agar pembaca dapat mengetahui proses pembuatan tahu secara konvensional.
2. Agar pembaca memiliki konsep yang jelas mengenai bisnis tahu.
3. Agar bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca.








B A B II
PROSES PRODUKSI

A. PROSES PRODUKSI TAHU JAMBI

Proses pembuatan tahu jambi sebenarnya sama saja dengan proses pembuatan tahu lainnya.
 Bahan-bahan:
• Kacang Kedelai
• Air

 Langkah-langkah (proses) pembuatan tahu jambi adalah sebagai berikut:
• Kedelai yang tersedia dicuci hingga bersih.
• Lalu kedelai yang sudah bersih tersebut direndam dalam air selama ± 2-3 jam.
• Setelah itu kedelai yang ada siap digiling.
• Setelah digiling kedelai yang sudah halus tersebut kita masukkan dalam bak-bak untuk selanjutnya diuapi.
• Setelah diuapi selama ± 10 menit kemudian selanjutnya dipindahkan ke kain penyaring dan dibutuhkan waktu ± 10 menit agar sari kedelai dapat terpisah dari ampasnya. Untuk mempermudah proses terpisahnya sari kedelai dari ampasnya maka ditambahkan air sambil terus diaduk-aduk.
• Ampas tahu akan tetap bertahan dalam kain sementara sari dari kedelai akan jatuh kedalam bak yang sudah disiapkan dibawahnya.
• Ampas tahu yang tertahan pada kain lalu dibuang, sedangkan sari tahu dalam bak akan diolah lebih lanjut untuk menjadi tahu.
• Sari tahu yang ada dalam bak kemudian akan ditambahkan biang/bibit (air tahu) secara terus menerus sambil terus diaduk untuk memisahkan sari kedelai dari air biasa. Penambahan biang/bibit (air tahu) bertujuan agar sari kedelai dalam bak dapat mengendap dengan baik.
• Proses inipun memakan waktu ± 20 menit sampai air akan terpisah dari sarinya. Setelah itu air biasa tersebut akan disedot hingga terpisah dari sari kedelai. Air ini tidak selanjutnya dibuang, melainkan digunakan untuk menjadi biang/bibit (air tahu) pada proses diatas.
• Setelah yang tersisa dalam bak hanyalah sari kedelai, maka sari-sari tersebut akan diangkat dengan menggunakan penyaringan untuk seterusnya dimasukkan ke cetakan tahu.
• Setelah dirasa sudah cukup maka cetakan kemudian ditutup. Proses ini berfungsi untuk memberi bentuk pada produk tahu yang nantinya diasilkan sekaligus unutk meniriskan air yang masih tertempel pada sari kedelai tersebut.
• Lama penyimpanan dalam cetakan ± 15 menit. Jika kita ingin tahu yang lebih keras kita tinggal menambah waktu pendiaman dalam cetakan.
• Kemudian tahu yang sudah tercetak tersebut akan di rebus ± 1 jam, hal ini dilakukan untuk mengurangi kelembekan tahu. Sekaligus untuk menjadikan tahu lebih tahan lama.















B A B III
PENUTUPAN

A. KESIMPULAN

1. Mendukung konsep yang sudah disebutkan diatas bahwa pembuatan tahu tidak membutuhkan modal yang besar. Dan bahan dasarnya pun sangat sederhana serta mudah didapat.
2. Bahwa pembuatan tahu memberikan omzet yang cukup besar. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai titik impas.
3. Untuk proses pembuatan tahu yang konvensional seperti ini dibutuhkan cukup banyak tenaga kerja, sehingga membuka lapangan pekerjaan.

B. SARAN

1. Agar kebersihan dari tempat usaha dapat lebih diperhatikan.
2. Agar pemerintah lebih memperhatikan UKM saperti ini karena selain beromzet, juga menyerap cukup banyak karyawan.
3. Agar jumlah pabrik tahu yang beroperasi secara modern dapat sedikit ditekan oleh pemerinta agar pabrik-pabrik konvensional seperti ini dapat terus berkembang dengan baik.
Daftar Pustaka
Suwardji, raden. Cara pembuaan tahu konvesional. Yogyakarta: penerbit liberty, 1999.